Jumat, 24 Februari 2012 0 komentar

Tutorial Cara Membuat Mailing List

Mailing List (biasa pula di sebut dngan sebutan Milis)  adalah grup diskusi di Internet di mana setiap orang bisa berlangganan dan berikutserta didalamnya. Anggota milis dapat membaca surat dari orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya. Secara sederhana, milis adalah sebuah daftar alamat surat elektronik yang mempunyai kesukaan/kepentingan yang sama


Berikut adalah cara membuatnya


1. Sign in lah ke salah satu penyedia layanan milis, kali ini saya akan menggunakan www.yahoo.co.id

2. buka groups.yahoo.com/ lalu klik "start your group"


3. Pilih Kategori grup milis yang akan anda buat





4. Isi form grup

5. Pilih E-mail yang akan menerima dan mengirim milis



6. Milis anda telah selesai di buat



0 komentar

Tutorial Cara Membuat E-mail

Berikut Adalah cara singkat membuat e-mail

1. Buka website penyedia layanan web mail (contoh : yahoo, Google, dll)

2. Klik "Buat Account" di bawah "Sign In"

 

3. Isi Form Pendaftarannya


4.Email telah di buat (sukses)


Rabu, 21 Desember 2011 0 komentar

Fenomena Gestalt

Dalam proses berpikir reproduktif, manusia secara sadar memiliki kecenderungan untuk mengaitkan antara bagian yang satu dengan yang lain dan berusaha memecahkan masalah serta menemukan makna atau arti, konsep, tujuan bagian tersebut secara keseluruhan. Hal itu dikemukakan oleh Max Wertheimer yang merupakan salah satu tokoh psikologi gestalt.

Berbeda dengan psikologi strukturalisme yang menganalisis proses mental sebagai sensasi pelengkap, gestalt menekankan pada properti, kesatuan, dan konteks.

Psikologi gestalt berdasarkan pada kecenderungan manusia untuk memahami fenomena visual secara menyeluruh daripada memahaminya secara sebagian. Pada tahun 30-an dan 40-an, psikologi gestalt diterapkan pada persepsi visual oleh Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, and Kurt Koffka yang memperkenalkan pendekatan gestalt pada persepsi bentuk.


Hukum Pragnanz adalah prinsip fundamental psikologi Gestalt yang mengatakan bahwa kita cenderung mengatur pengalaman dalam cara yang teratur, simetris, dan sederhana.






















Desain: Siegelgale

Daripada melihat logo di atas sebagai objek atau bentuk yang kompleks, kita lebih cenderung melihatnya secara sederhana yaitu dua buah segitiga yang saling bertabrakan satu sama lain.

Dalam perkembangan selanjutnya, psikolog gestalt berusaha mengembangkan hukum pragnanz yang kemudian sering disebut dengan hukum gestalt.

Law of Closure
Hukum ini berasumsi bahwa kita secara perseptual cenderung menutup, melengkapi objek yang tidak utuh dengan tujuan untuk meningkatkan keteraturan dan kestabilan.






















Biro Iklan: McCann Erickson

Walau objek sebenarnya terdiri dari kumpulan teks yang terpisah beberapa bagian, namun penglihatan kita berusaha menutup bagian teks yang terpisah tersebut dan mengartikan objek yang telah tertutup sebagai simbol palang merah.

Law of Similarity
Objek atau elemen yang sama terlihat sebagai satu kelompok yang ditentukan oleh kesamaan bentuk, warna, arah, dan ukuran.






















Desain: Id.Brand

Pada logo di atas terjadi dua pengelompokan yaitu bagian atas dan bawah. Walau terdapat beberapa perbedaan bentuk dan nilai warna, kita cenderung mempersepsikan objek bagian atas sebagai satu kelompok. Hal tersebut terjadi karena perbedaan tidak terlalu signifikan dan adanya kesamaan karakter antara objek satu dengan yang lain. Sementara kelompok bagian bawah, objek yang terotasi mempunyai kesamaan bentuk dan warna.

Law of Proximity
Sebuah pengelompokan yang terbentuk karena adanya hubungan objek-objek yang saling berdekatan secara keruangan.



























Biro Iklan: TBWA

Pandangan mata pertama kali akan tertuju pada objek-objek, walau berbeda dalam bentuk, yang saling berdekatan dan pikiran akan mempersepsikan sebagai objek yang berdekatan tersebut sebagai satu kelompok. Law of proximity berguna untuk menciptakan hierarki visual yaitu mengarahkan pandangan mata secara berurutan menurut tingkat kepentingan informasi.

Law of Simmetry
Sebagian besar objek dapat dibagi dalam dua bagian yang kurang lebih simetris. Misalnya ketika melihat dua objek simetris yang tidak berhubungan, kita cenderung mempersepsikan objek tersebut sebagai satu kelompok yang terintegrasi. Semakin mirip objek, maka semakin kuat kecenderungan objek untuk dikelompokkan.






















Desain: LeBoYe Design

Terdapat beberapa elemen dalam logo di atas yang mempunyai perbedaan derajat kemiringan antar objek pada masing-masing sisinya, kecuali satu objek bagian tengah. Secara tidak sadar kita melihatnya sebagai satu kelompok simetris yang tidak terpisahkan karena adanya kesamaan bentuk.

Law of Continuity
Objek visual dapat disusun sedemikian rupa sehingga dapat mengarahkan pandangan mata mengikuti arah tertentu.






















Desain: Landor

Beberapa kelompok lingkaran (dot) menciptakan ilusi optis berupa gerakan ritmis yang dapat mengarahkan pandangan mata ke arah tertentu.

Law of Common Fate
Elemen-elemen yang bergerak dengan arah yang sama akan dipersepsikan sebagai satu kelompok.






















Desain: Duffy & Partners

Logo di atas terdiri dari objek yang mempunyai variasi bentuk, namun kita mempersepsikannya sebagai satu kelompok karena objek-objek tersebut mempunyai orientasi atau arah yang sama, yaitu miring secara diagonal.

Figure-Ground
Memahami ruang positif (figure) dan ruang negatif (ground) merupakan salah satu cara mengenali perbedaan antara objek satu dengan yang lain. Figure-ground adalah bentuk dari multistablitas (multistability) yaitu kecenderungan pengalaman perseptual yang ambigu dalam melihat objek yang terlihat muncul ke depan atau ke belakang.























 




Desain: The Bradford Lawton Design

Jika kita perhatikan dengan seksama, logo di atas menggambarkan seekor sapi dengan seekor beruang di antara kedua kaki sapi. Yang perlu dipahami yaitu kita tidak bisa melihat figure dan ground secara bersamaan. Ground bisa menjadi figure jika kita mengalihkan fokus, demikian juga sebaliknya yang disebut dengan pembalikan ruang positif dan negatif (figure-ground reversal).

Sumber
0 komentar

Ilusi Optik

Gambar Apakah ini ?
Bebek atau Kelinci ?

Ya, ini adalah salah satu dari Ilusi Optik, mungkin sudah banyak yang pernah melihat gambar sejenis ini, Ilusi Optik diperkenalkan pertama kali oleh Joseph Jastrow, Tertarikkah anda mempelajarinya ? Menurut Wikipedia Ilusi ini bisa terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia, maksudnya gini Mata kami menerapkan mekanisme optik brilian. Mata kita terdiri dari dua jenis sel saraf, kerucut dan batang. Kerucut mendeteksi warna, sementara batang mendeteksi cahaya. Sel kerucut kurang di tepi retina. Oleh karena itu, sebuah objek dilihat dari sudut mata muncul berbeda dari apa yang sebenarnya. 
Karena rincian internal pembangunan mata manusia, jarak vertikal dianggap sebagai lebih besar dari jarak horisontal yang sama besarnya. Sebuah paparan yang berlebihan pada pola tertentu dari warna atau bentuk merangsang daerah-daerah tertentu dari otak. Sebuah paparan berlebihan terhadap warna kecerahan tertentu dapat ban mata. Dalam situasi seperti itu, mata merasakan benda yang berbeda. 

Distorsi dan lekukan dalam bentuk yang sangat mempengaruhi penafsiran bentuk dan ukuran dengan otak. Menggunakan warna nuansa tertentu bersama-sama membuat benda-benda berwarna tampaknya memiliki kedalaman. Warna yang berbeda menyerap jumlah cahaya yang berbeda. Nuansa dan tekstur warna mempengaruhi jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan berwarna. Fenomena ini juga bertanggung jawab untuk menyebabkan ilusi optik.


Lebih dalam, Ilusi Optis terbagi menjadi 2 sifat, Fisiologis dan Kognitif

  • Ilusi fisiologis
Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.
  • Ilusi kognitif
Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional.
(a). Pada ilusi ambigu, gambar atau objek bisa ditafsirkan secara berlainan. Contohnya adalah: kubus Necker dan vas Rubin.
(b). Pada ilusi distorsi, terdapat distorsi ukuran, panjang atau sifat kurva (lurus lengkung). Contohnya adalah: ilusi dinding kafe dan ilusi Mueller -Lyer.
(c). Ilusi paradoks disebabkan karena objek yang paradoksikal atau tidak mungkin, misalnya pada segitiga Penrose atau 'tangga yang mustahil', seperti misalnya terlihat pada karya seni grafis M C Escher, berjudul "Naik dan Turun" serta "Air Terjun".
(d). Ilusi fiksional didefinisikan sebagai persepsi terhadap objek yang sama sekali berbeda bagi seseorang tapi bukan bagi orang lain, seperti disebabkan karena schizoprenia atau halusinogen. Ini lebih tepatnya disebut dengan halusinasi.

 Selamat Memanjakan Mata anda

Sumber
Sumber
Senin, 07 November 2011 0 komentar

Petir dan Penangkal Petir

 Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Gemuruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Proses Terjadinya Petir

Disaat cuaca mendung atau ketika hujan turun, terkadang kita melihat loncatan bunga api besar di udara yang disertai dengan suara gemuruh. Itulah yang kita kenal sebagai petir. Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik dari awan, yang begitu besar sehingga menimbulkan rerentetan cahaya yang terang dan juga suara menggelegar yang cukup keras yang biasa disebut sebagai Guntur, Gludug, Halilintar, atau Gledek. Petir memiliki kekuatan yang sangat besar yang dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia dan menghancurkan pohon. Sambaran petir sangat cepat, yaitu sekitar 150.000 km/detik sehingga tidak memungkinkan bagi manusia untuk menghindarinya. Muatan listrik yang ada dalam petir sangat besar, yaitu mencapai 1.000.000 volt/meter.

Sebelum petir terlihat di udara, biasanya disertai dengan tanda-tanda datangnya awan yang menjulang tinggi seperti bunga kol yang berwarna keabu-abuan (awan CB atau Comulunimbus), yang biasanya sering muncul pada saat musim hujan. Petir biasanya "menggemari" benda-benda " yang menjulang tinggi ke udara sebagai media pelepasan energinya seperti gedung-gedung bertingkat, pepohonan yang tinggi, dan tiang-tiang besi yang berujung runcing (menurut hukum Farady).

Sebelum petir melepaskan energinya yang berupa loncatan bunga api yang disertai guntur, ada beberapa tahapan yang terjadi. Pertama-tama adalah pemampatan muatan listrik pada awan petir, muatan yang menumpuk pada bagian atas awan biasanya bermuatan positif, dibagian tengah bermuatan negatif, dan dibagian bawah bermuatan negatif yang bercampur muatan positif. Pada bagian inilah biasanya petir terjadi. Setelah muatan listrik mampat, dia akan segera melepaskan muatan tersebut dengan seketika yang disertai pijaran api dan ledakan. Petir dapat terjadi antara gumpalan awan dengan awan yang lain, didalam awan itu sendiri, awan dengan udara dan juga awan dengan tanah atau bumi. Petir yang terjadi antara awan dengan bumi inilah yang biasanya sangat berbahaya, karena dia dapat menyambar apapun yang ada di bumi yang tanpa dilengkapi dengan pengaman khusus terhadap petir.

Petir yang terjadi antara awan dengan bumi biasanya terjadi pada daerah yang terbuka. Besar muatan listrik yang ada pada awan yang memicu terjadinya petir adalah minimal 1.000.000 volt. Dengan muatan sebesar ini tentunya bukan hal yang baik jika ia menyambar mahluk hidup di bumi. Manusia akan terpental dan akan mati seketika dengan tubuh terbakar jika terkena sambaran petir. Jika sambarannya mengenai bangunan, maka bangunan tersebut akan mengalami kerusakan dan kemungkinan besar perangkat elektronik yang ada di dalam bangunan tersebut akan rusak.

Penangkal Petir


Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda yang dilewatinya. Ada 3 bagian utama pada penangkal petir:

    Batang penangkal petir
    Kabel konduktor
    Tempat pembumian

Batang penangkal petir

Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.

Kabel konduktor
Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan.

Tempat pembumian
Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .

Cara kerja
Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).

Sumber
Sumber
Sumber
0 komentar

Hujan alami dan Buatan

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air. 

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal. 

Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian hujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.

Hujan buatan adalah hujan yang dibuat oleh campur tangan manusia dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin rendah yaitu sekitar di bawah 20 knot, serta syarat lainnya. Ujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit / seeding ke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh. Untuk menyemai / membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan garam sebanyak 3 ton yang disemai ke awan potensial selama 30 hari. Hujan buatan saja bisa gagal dibuat atau jatuh di tempat yang salah serta memakan biaya yang besar dalam pembuatannya.

Hujan buatan umumnya diciptakan dengan tujuan untuk membantu daerah yang sangat kering akibat sudah lama tidak turun hujan sehingga dapat mengganggu kehidupan di darat mulai dari sawah kering, gagal panen, sumur kering, sungai / danau kering, tanah retak-retak, kesulitan air bersih, hewan dan tumbuhan pada mati dan lain sebagainya. Dengan adanya hujan buatan diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air makhluk hidup di bawahnya dan membuat masyarakat hidup bahagia dan sejahtera.

Hujan yang berlebih pada suatu lokasi dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Untuk itu kita sudah semestinya membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang kita lakukan saat ini.

Proses Terbentuknya Hujan Buatan

PERNAH mendengar hujan buatan? Wah apakah itu berarti kita manusia sudah bisa “membuat” hujan sendiri? Bagaimana caranya? Apakah dengan “menyemprotkan” air dari pesawat terbang? Berapa banyak air yang di”terbangkan”? Kenapa diperlukan hujan buatan?


Sejarah Hujan buatan di dunia dimulai  pada tahun 1946 oleh penemunya Vincent Schaefer dan Irving Langmuir, dilanjutkan setahun kemudian 1947 oleh Bernard Vonnegut.

Yang sebenarnya dilakukan oleh manusia adalah menciptakan peluang hujan dan “mempercepat” terjadinya hujan. Nama yang digunakan sebagai upaya “membuat hujan” adalah menjadi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

image_previewDi Sekolah kamu tentu tahu tentang proses terjadinya hujan kan? Yaitu dikenal dengan siklus hidrologi, ada penguapan air, pembentukan awan, dan turun menjadi hujan.

Nah yang dilakukan oleh manusia pada TMC, adalah “mempengaruhi” proses yang terjadi di awan sebagai “dapur” pembuat hujan. Sehingga mempercepat peluang terjadinya hujan.

Bahan untuk “mempengaruhi” proses yang terjadi di awan terdiri dari dua jenis yaitu
  1. Bahan untuk “membentuk” es, dikenal dengan glasiogenik, berupa Perak Iodida (AgI)
  2. Bahan untuk “menggabungkan” butir-butir air di awan, dikenal dengan higroskopis, berupa garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl), atau CaCl2 dan Urea.
hal14Bahan-bahan ini “disebar” dengan bantuan Pesawat terbang, Roket, dan disebar dari daerah tinggi (misal : puncak gunung). Penyebaran bahan “bibit hujan” tadi, harus memperhatikan kondisi yang akurat tentang arah angin, kelembaban dan tekanan udara, peluang terjadinya awan. Kerap terjadi, bahan-bahan yang sudah “disebar” tadi tidak menghasilkan hujan, justru “hilang” begitu saja.

Sumber
Sumber
0 komentar

Mengapa Langit Berwarna Biru ?


Atmosfir bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel (butiran) debu. Sinar matahari yang memasuki atmosfir tersebut bertemu dengan molekul gas dan partikel debu tadi. Warna sinar yang memiliki gelombang sinar lebih panjang seperti merah dan kuning, dapat melewati dan menembus molekul gas dan debu tadi. Tetapi warna biru yang memiliki gelombang sinar lebih pendek dipantulkan kembali ke atas atmosfir. Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru. Prinsip yang sama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.




Penghamburan Rayleigh
Apa itu Penghamburan Rayleigh ? dan apa hubungannya ?

Contoh penghamburan Rayleigh yang paling terkenal adalah atmosfer Bumi yang memberi warna biru di langit. Adalah Leonardo da Vinci yang sekitar tahun 1500an, menduga pertama kali alasan mengapa langit berwarna biru, khususnya dalam pengamatannya kalau asap kayu terlihat biru saat diamati pada latar belakang hitam (Jackson, 1998). Efek ini akhirnya dijelaskan secara kuantitatif tahun 1899 oleh Lord Rayleigh yang namanya diambil untuk menjelaskan fenomena ini.
Penghamburan Rayleigh terjadi saat sinyal yang datang memiliki panjang gelombang, ?, yang jauh lebih besar dari panjang gelombang resonansi dari elektron yang terikat dalam sebuah atom atau molekul. Untuk sinar optik yang menimpa partikel dengan transisi ultraviolet, ini juga berarti kalau  ? jauh lebih besar dari ukuran partikel yang menghambur. Karena ketergantungan yang kuat dari penampang lintang hamburan pada panjang gelombang. Panjang gelombang yang lebih pendek, yaitu cahaya biru (cahaya ungu lebih terhamburkan lagi, tapi mata kita lebih sensitif pada biru daripada ungu), akan lebih mudah menghambur daripada panjang gelombang panjang (merah). Cahaya biru memiliki panjang gelombang ? mendekati 470 nanometer dan, karena molekul yang paling berlimpah di atmosfer, yaitu nitrogen dan oksigen, berukuran sekitar 0.3 nanometer, penghamburan atmosfer jelas tergolong penghamburan Rayleigh. Partikel debu yang kecil juga berperan, namun penghamburan dominan disebabkan oleh molekul dan langit akan tetap terlihat biru bahkan tanpa adanya debu.
Untuk geometri seperti dalam gambar  1 berikut, cahaya biru lebih mungkin menghambur kedalam garis pandangan pengamat daripada cahaya merah. Akibatnya, matahari yang kuning menghasilkan langityang biru bagi pengamat di bumi. Walau tidak terlalu jelas, langit malam juga berwarna biru. Walau lemahnya cahaya di langit malam membuatnya mustahil dikenali oleh mata, exposure dalam waktu lama dapat mengungkapkan warnanya.
Lihat gambar 2.

Gambar 1. Saat pengamat berada dalam medium penghambur yang acak, cahaya dapat masuk ke matanya dari semua arah bahkan walaupun sumber asli cahaya hanya berasal dari satu arah saja


Gambar 2. Sebuah potret exposure waktu selama 69 detik mengungkapkan warna biru pada langit malam.

Bila tidak ada atmosfer, langit siang akan berwarna hitam, kecuali di tempat adanya matahari itu sendiri. Fakta kalau atmosfer di hari yang cerah bersifat transparan bermakna bahwa sebagian besar foton bergerak menembusnya tidak dihalangi dan hanya sedikit yang mengalami hamburan. Inilah mengapa, pada hari yang cerah, kecemerlangan matahari jauh lebih besar daripada kecemerlangan langit yang biru.
Untuk geometri seperti pada gambar 3, cahaya biru lebih mungkin dihamburkan keluar dari garis pandang daripada warna merah. Karenanya, setiap benda pemancar cahaya di atas atmosfer bumi akan terlihat memerah dan juga memudar, karena penghamburan Rayleigh. Matahari menjadi lebih merah daripada warna aslinya bahkan saat ia masih tinggi. Bila garis pandang menembus atmosfer lebih panjang, seperti saat melihat matahari terbit atau tenggelam (lihat gambar 4), maka warna memerah lebihdiperkaya dan lebih jelas bagi mata (penghamburan dari debu, uap air dan molekul besar juga dapat berperan dalam pemerahan). Efek yang sama dapat diamati untuk benda lain seperti bulan, planet atau bintang. Walau begitu, foton yang terhambur secara individual sendiri memiliki panjang gelombang yang sama dengan foton yang datang, karenanya walaupun penghamburan Rayleigh tergantung panjang gelombang, ia masih merupakan bentuk penghamburan elastik.

Gambar 3. Contoh penghamburan acak
Gambar 4. Matahari terbit terlihat merah, sama seperti saat tenggelam

Penghamburan Rayleigh menghasilkan cahaya terpolar sama halnya dengan penghamburan Thompson (lihat gambar 5). Bahkan walau matahari memancarkan cahaya yan tidak terpolar, misalnya, cahayanya yang terhambur akan terpolarkan pada sudut pandang 90 derajat, sebagaimana kita buktikan dengan melihat ke dekat cakrawala dengan saringan polarisasi saat matahari ada di atas kepala. Seperti halnya hamburan Thompson, hamburan Rayleigh memberi cara melihat sumber dengan melihat pada ‘cerminannya’, walaupun dibebani oleh ketergantungan panjang gelombang   . Karenanya mungkin melihat spektrum matahari dengan mengarahkan spektrometer pada satu posisi di langit jauh dari posisi matahari itu sendiri. Garis Fraunhofer matahari (garis Fraunhofer matahari adalah garis penyerapan yang terbentuk dalam fotosfer matahari), misalnya, dapat dilihat dengan mudah lewat cara ini. Cahaya optik yang kabur dalam sebuah nebula refleksi (lihat gambar 6) juga akan terpolarisasi.

Gambar 5. Geometri proses polarisasi akibat hamburan Rayleigh atau Thompson

Gambar 6. Nebula refleksi di sekitar bintang terang, Merope, salah satu bintang di kluster bintang Pleiades.
Langit berwarna biru dapat dikontraskan dengan warna yang lebih abu-abu dari tetesan air di awan. Karena tetesan air tidaklah kecil dibanding panjang gelombang cahaya, penghamburan dari partikel ini bukanlah rezim hamburan Rayleigh. Ketergantungan panjang gelombang dari penghamburan partikel besar lebih datar daripada penghamburan Rayleigh, karenanya warna awan terlihat abu-abu.

Gambar 7. Awan berwarna abu-abu

Sumber
Sumber
Sumber

 
;