Dalam proses berpikir reproduktif, manusia secara sadar memiliki
kecenderungan untuk mengaitkan antara bagian yang satu dengan yang lain
dan berusaha memecahkan masalah serta menemukan makna atau arti,
konsep, tujuan bagian tersebut secara keseluruhan. Hal itu dikemukakan
oleh Max Wertheimer yang merupakan salah satu tokoh psikologi gestalt.
Berbeda dengan psikologi strukturalisme yang menganalisis proses mental
sebagai sensasi pelengkap, gestalt menekankan pada properti, kesatuan,
dan konteks.
Psikologi gestalt berdasarkan pada kecenderungan manusia untuk memahami
fenomena visual secara menyeluruh daripada memahaminya secara sebagian.
Pada tahun 30-an dan 40-an, psikologi gestalt diterapkan pada persepsi
visual oleh Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, and Kurt Koffka yang
memperkenalkan pendekatan gestalt pada persepsi bentuk.
Hukum Pragnanz adalah prinsip fundamental
psikologi Gestalt yang mengatakan bahwa kita cenderung mengatur
pengalaman dalam cara yang teratur, simetris, dan sederhana.
Desain: Siegelgale
Daripada melihat logo di atas sebagai objek atau bentuk yang kompleks,
kita lebih cenderung melihatnya secara sederhana yaitu dua buah segitiga
yang saling bertabrakan satu sama lain.
Dalam perkembangan selanjutnya, psikolog gestalt berusaha mengembangkan
hukum pragnanz yang kemudian sering disebut dengan hukum gestalt.
Law of Closure
Hukum ini berasumsi bahwa kita secara perseptual cenderung menutup,
melengkapi objek yang tidak utuh dengan tujuan untuk meningkatkan
keteraturan dan kestabilan.
Biro Iklan: McCann Erickson
Walau objek sebenarnya terdiri dari kumpulan teks yang terpisah beberapa
bagian, namun penglihatan kita berusaha menutup bagian teks yang
terpisah tersebut dan mengartikan objek yang telah tertutup sebagai
simbol palang merah.
Law of Similarity
Objek atau elemen yang sama terlihat sebagai satu kelompok yang ditentukan oleh kesamaan bentuk, warna, arah, dan ukuran.
Desain: Id.Brand
Pada logo di atas terjadi dua pengelompokan yaitu bagian atas dan bawah.
Walau terdapat beberapa perbedaan bentuk dan nilai warna, kita
cenderung mempersepsikan objek bagian atas sebagai satu kelompok. Hal
tersebut terjadi karena perbedaan tidak terlalu signifikan dan adanya
kesamaan karakter antara objek satu dengan yang lain. Sementara kelompok
bagian bawah, objek yang terotasi mempunyai kesamaan bentuk dan warna.
Law of Proximity
Sebuah pengelompokan yang terbentuk karena adanya hubungan objek-objek yang saling berdekatan secara keruangan.
Biro Iklan: TBWA
Pandangan mata pertama kali akan tertuju pada objek-objek, walau berbeda
dalam bentuk, yang saling berdekatan dan pikiran akan mempersepsikan
sebagai objek yang berdekatan tersebut sebagai satu kelompok. Law of proximity
berguna untuk menciptakan hierarki visual yaitu mengarahkan pandangan
mata secara berurutan menurut tingkat kepentingan informasi.
Law of Simmetry
Sebagian besar objek dapat dibagi dalam dua bagian yang kurang lebih
simetris. Misalnya ketika melihat dua objek simetris yang tidak
berhubungan, kita cenderung mempersepsikan objek tersebut sebagai satu
kelompok yang terintegrasi. Semakin mirip objek, maka semakin kuat
kecenderungan objek untuk dikelompokkan.
Desain: LeBoYe Design
Terdapat beberapa elemen dalam logo di atas yang mempunyai perbedaan
derajat kemiringan antar objek pada masing-masing sisinya, kecuali satu
objek bagian tengah. Secara tidak sadar kita melihatnya sebagai satu
kelompok simetris yang tidak terpisahkan karena adanya kesamaan bentuk.
Law of Continuity
Objek visual dapat disusun sedemikian rupa sehingga dapat mengarahkan pandangan mata mengikuti arah tertentu.
Desain: Landor
Beberapa kelompok lingkaran (dot) menciptakan ilusi optis berupa gerakan ritmis yang dapat mengarahkan pandangan mata ke arah tertentu.
Law of Common Fate
Elemen-elemen yang bergerak dengan arah yang sama akan dipersepsikan sebagai satu kelompok.
Desain: Duffy & Partners
Logo di atas terdiri dari objek yang mempunyai variasi bentuk, namun
kita mempersepsikannya sebagai satu kelompok karena objek-objek tersebut
mempunyai orientasi atau arah yang sama, yaitu miring secara diagonal.
Figure-Ground
Memahami ruang positif (figure) dan ruang negatif (ground) merupakan salah satu cara mengenali perbedaan antara objek satu dengan yang lain. Figure-ground adalah bentuk dari multistablitas (multistability) yaitu kecenderungan pengalaman perseptual yang ambigu dalam melihat objek yang terlihat muncul ke depan atau ke belakang.
Desain: The Bradford Lawton Design
Jika kita perhatikan dengan seksama, logo di atas menggambarkan seekor
sapi dengan seekor beruang di antara kedua kaki sapi. Yang perlu
dipahami yaitu kita tidak bisa melihat figure dan ground secara bersamaan. Ground bisa menjadi figure jika kita mengalihkan fokus, demikian juga sebaliknya yang disebut dengan pembalikan ruang positif dan negatif (figure-ground reversal).
Sumber
Gambar Apakah ini ?
Bebek atau Kelinci ?
Bebek atau Kelinci ?
Ya, ini adalah salah satu dari Ilusi Optik, mungkin sudah banyak yang pernah melihat gambar sejenis ini, Ilusi Optik diperkenalkan pertama kali oleh Joseph Jastrow, Tertarikkah anda mempelajarinya ? Menurut Wikipedia Ilusi ini bisa terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia, maksudnya gini Mata kami menerapkan mekanisme optik brilian. Mata kita terdiri dari
dua jenis sel saraf, kerucut dan batang. Kerucut mendeteksi warna,
sementara batang mendeteksi cahaya. Sel kerucut kurang di tepi
retina. Oleh karena itu, sebuah objek dilihat dari sudut mata muncul
berbeda dari apa yang sebenarnya.
Karena rincian internal pembangunan
mata manusia, jarak vertikal dianggap sebagai lebih besar dari jarak
horisontal yang sama besarnya. Sebuah paparan yang berlebihan pada pola
tertentu dari warna atau bentuk merangsang daerah-daerah tertentu dari
otak. Sebuah paparan berlebihan terhadap warna kecerahan tertentu dapat
ban mata. Dalam situasi seperti itu, mata merasakan benda yang berbeda.
Distorsi dan lekukan dalam bentuk yang sangat mempengaruhi penafsiran bentuk dan ukuran dengan otak. Menggunakan warna nuansa tertentu bersama-sama membuat benda-benda berwarna tampaknya memiliki kedalaman. Warna yang berbeda menyerap jumlah cahaya yang berbeda. Nuansa dan tekstur warna mempengaruhi jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan berwarna. Fenomena ini juga bertanggung jawab untuk menyebabkan ilusi optik.
Lebih dalam, Ilusi Optis terbagi menjadi 2 sifat, Fisiologis dan Kognitif
- Ilusi fisiologis
- Ilusi kognitif
(a). Pada ilusi ambigu, gambar atau objek bisa ditafsirkan secara berlainan. Contohnya adalah: kubus Necker dan vas Rubin.
(b). Pada ilusi distorsi, terdapat distorsi ukuran, panjang atau sifat kurva (lurus lengkung). Contohnya adalah: ilusi dinding kafe dan ilusi Mueller -Lyer.
(c). Ilusi paradoks disebabkan karena objek yang paradoksikal atau tidak mungkin, misalnya pada segitiga Penrose atau 'tangga yang mustahil', seperti misalnya terlihat pada karya seni grafis M C Escher, berjudul "Naik dan Turun" serta "Air Terjun".
(d). Ilusi fiksional didefinisikan sebagai persepsi terhadap objek yang sama sekali berbeda bagi seseorang tapi bukan bagi orang lain, seperti disebabkan karena schizoprenia atau halusinogen. Ini lebih tepatnya disebut dengan halusinasi.
Selamat Memanjakan Mata anda
Sumber
Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)











- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact